Beranda Daerah Dokter Praktek Perorangan Capai Indeks Kepuasan Peserta Tertinggi Tahun 2021

Dokter Praktek Perorangan Capai Indeks Kepuasan Peserta Tertinggi Tahun 2021

JAKARTA TIMUR – Pedulibangsa.co.id – BPJS Kesehatan terus melakukan monitoring dan juga evaluasi terkait performa pelaksanaan Program JKN serta menggencarkan sosialisasi layanan kesehatan berbasis digital di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) guna kelancaran peserta JKN dalam mengakses pelayanan kesehatan dalam Program JKN. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, M. Ichwansyah Gani saat membuka pertemuan dengan seluruh FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur dari mulai Puskesmas, klinik pratama sampai dokter praktek perorangan melalui proses tatap muka dan daring pada Kamis (01/09).

Ichwansyah mengatakan bahwa sangat mengapresiasi kerjasama yang dilakukan oleh FKTP bersama dengan BPJS Kesehatan selama ini. Tentunya tanpa adanya FKTP sebagai pemberi pelayanan kesehatan di garda terdepan pelaksanaan Program JKN tidak akan berjalan secara optimal, sehingga memang diperlukan kolaborasi antara BPJS Kesehatan dengan FKTP dalam menjalankan program tersebut. Ichwansyah memahami bahwa pastinya FKTP ingin terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama peserta JKN sebagai pasien yang mayoritas berkunjung ke FKTP jadi diharapkan kegiatan monitoring evaluasi serta sosialisasi ini dapat menyokong hal tersebut.

”Berdasarkan perhitungan indeks kepuasan peserta dinilai berdasarkan kontak layanan di FKTP tingkat nasional pada tahun 2021, alhamdulillah tercapai diatas target. Targetnya diangka 83,3 sedangkan nilai yang diperoleh Puskesmas sebesar 87,55, klinik pratama sebesar 87,64 dan yang paling tinggi dokter praktek perorangan sebesar 88,1. Kita patut syukuri juga indeks kepuasan peserta tersebut juga tercapai di wilayah Jabodetabek dengan nilai yang diperoleh Puskesmas sebesar 83,77, klinik pratama 85,43 dan yang paling tinggi juga diperoleh dokter praktek perorangan sebesar 86,18,” tambah Ichwansyah.

“BPJS Kesehatan telah memberikan berbagai macam dukungan agar FKTP mendapatkan kelancaran dalam memberikan pelayanan kesehatan. Dapat kita ambil contoh salah satunya saja dalam penerapan pelayanan kontak tidak langsung, BPJS Kesehatan telah meluncurkan Aplikasi Mobile JKN Faskes. Pelayanan kontak tidak langsung ini sangat diprioritaskan untuk digunakan sebagai bentuk pelayanan kesehatan di FKTP kepada peserta JKN dalam masa pandemi virus Covid-19. Hal tersebut juga sangat bermanfaat bagi peserta JKN yang terbatas pergerakannya namun tetap dapat kita kontrol kondisi kesehatannya,” ujar perwakilan Klinik Eka Sarana Medika, Shindy Mazaya.

Shindy menambahkan bahwa dalam pemberian pelayanan kontak tidak langsung ini FKTP juga memanfaatkan media komunikasi yang ada seperti telepon, layanan pesan singkat, serta media sosial seperti Aplikasi Whatsapp atau Aplikasi Telegram. Perihal permintaan informasi dari peserta selama tahun 2021 sampai dengan Juli 2022 yang paling banyak diminta adalah identitas nomor telepon genggam dan email diikuti oleh permintaan identitas nama, status kepesertaan, identitas alamat dan perubahan FKTP. Untuk pengaduan peserta itu sendiri dalam periode yang sama paling banyak diminta adalah nomor telepon genggam dan email tidak sesuai selanjutnya nama peserta tidak sesuai, tanggal lahir atau jenis kelamin peserta tidak sesuai, NIK peserta tidak sesuai dan penonaktifan penangguhan peserta.(vee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here