JAKARTA, Pedulibangsa.co.id* – Penyanyi dan presenter Melanie Subono yang Akrab disapa Melanie akhirnya terjun ke belakang layar sebagai produser film. Melanie mengawalinya melalui karya film berjudul “Tentang ibu”. Sebuah karya dari seorang aktivis perempuan ini dipersembahkan untuk semua perempuan di Indonesia.
”Film “Tentang Ibu” ini memiliki bahasa yang kuat, Ibu di sini yang kita angkat ibu dalam bentuk wujud ibu, ibu bumi dimana kita bercerita tentang rempah, ada makanan dan segala macam,” tutur Melanie secara virtual, Kamis (7/10/2021) sore.
Film ibu lahir dari keinginanya mencintai seorang ibu secara universal. Melanie Percaya, Mencintai ibu, ibu bumi, ibu pertiwi adalah bentuk dan cara berjuang dan mencintai Indonesia. ”Ibu tidak hanya sosok perempuan,” ucapnya.
Bersama Agung Rahadian, dan Reza Nangin film “Tentang Ibu” ini dimainkan oleh 2 tokoh utama yaitu Jajang C Noer & Khiva Iskak. Melalui kemampuan akting mereka, Melanie memotret sosok perempaun secara universal melalui kearifan lokal yang tersebar di beberapa ‘surga’ Indonesia, diantaranya di Papua, Kalimantan, Sumatra, Jawa dan Maluku.
Melanie menjelaskan, ceritanya sederhana. Tentang seorang anak yang berkeliling Indonesia untuk mencari ayahnya hanya bermodalkan foto pernikahan orang tuanya dan sebuah jain milik ayahnya. Kain itulah yang mengarahkannya ke 5 pulau Indonesia dan bertemu dengan 5 kearifan, 5 lagu, 5 tradisi tapi satu kesamaan yaitu kekuatan tokoh perempuan di setiap kota.
Melanie mengaku menjadi produser film secara otodidak. Tidak ada yang mengajarinya tentang teknis menjadi produser. Akibatnya, dia pun tidak terlalu tahu detail tentang proses pengerjaan film dan apa saja dana yang diperlukan.
Namun, karena sudah membuat film dia punya tekad bulat untuk menyelesaikan semuanya sampai tuntas. Melanie bersyukur mendapat bantuan dari sejumlah perusahaan untuk meringankan bebannya dalam menanggung biaya produksi.
Melanie mengakui ada dana pribadinya yang harus keluar untuk keperluan pembuatan film “Tentang Ibu”. Namun jumlahnya tidak terlalu besar. Berantakan karena kita gak ada yang ngajarin sebelumnya. Kekurangan kamar hotel misalnya, Parekraf membantu menutupi itu. Gak ada duit tapi kita gak kekurangan karena dibantu,” tuturnya.
Melanie mau memproduseri film “Tentang Ibu” karena memiliki pesan positif. Menurutnya, film yang akan tayang di platform Vidio mulai 1 Desember mendatang ceritanya berasal dari mendiang BJ Habibie.
“Pemain daerah yang memerankan menggunakan bahasa mereka. Di jawa pakai bahasa Jawa, di padang bahasa Padang, itu salah satu bentuk keibuan,” ucap Melanie.
Film “Tentang Ibu” bisa ditonton di vidio.com mulai 1 December dan di SCTV tepat pada Hari Ibu.*(Guffe)*.













