Bapas Jambi Gaungkan Perang Total Narkoba, Perkuat Reintegrasi

banner 468x60

JAMBI, pedulibangsa.co.id – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jambi tegaskan komitmen sebagai garda terdepan dukung upaya nasional pemberantasan peredaran narkotika, khususnya di lingkungan Pemasyarakatan. Hal ini ditegaskan Kepala Bapas Jambi, Dwi Santosa, Senin (13/4) saat ajak seluruh jajaran Bersatu lawan narkoba.

“Perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab kita bersama. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa. Menyangkut moral dan Marwah institusi,” tegasnya.

Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang menegaskan bahwa segala bentuk peredaran narkotika di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) merupakan pelanggaran serius yang tidak akan ditoleransi.

Bapas Jambi memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembimbingan masyarakat, khususnya bagi Klien Pemasyarakatan yang tengah menjalani proses reintegrasi sosial. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat pengawasan, tetapi juga pembinaan secara humanis melalui pendampingan berkelanjutan.

Dwi Santosa menekankan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus diimbangi dengan pembinaan yang terarah. “Perang terhadap narkoba tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga pembinaan. Kami mendorong Klien agar mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan mandiri,” ujarnya.

Para Pembimbing Kemasyarakatan di Bapas Kelas I Jambi aktif menanamkan nilai-nilai positif kepada klien melalui pendekatan personal dan edukatif. Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Madya, Joyo, menekankan pentingnya edukasi sejak awal proses pendampingan.

“Klien harus memahami apa itu narkoba, bahaya, serta dampaknya. Pembimbingan tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga membangun kesadaran dan karakter,” jelasnya.

Pembinaan kepribadian dilakukan melalui penguatan nilai religius, seperti pelaksanaan ibadah secara rutin dan kegiatan keagamaan lainnya. Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan keterampilan dan kewirausahaan.

Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Madya lainnya, Riswandi, menyoroti pentingnya lingkungan sosial dalam proses pemulihan Klien. “Kami selalu mengingatkan klien untuk menjauhi lingkungan yang berpotensi menjerumuskan. Bapas Jambi hadir untuk membimbing mereka menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda, Firman, menegaskan pentingnya aspek spiritual sebagai fondasi perubahan. “Kami mendorong Klien untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, menjauhi narkoba, dan membangun pola hidup sehat,” ungkapnya.

Pendekatan edukatif juga diperkuat oleh Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama, Riyan, yang menilai bahwa pemahaman menyeluruh menjadi kunci pencegahan. “Klien perlu memahami dampak narkotika, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Edukasi ini penting agar mereka tidak kembali terjerumus,” katanya.

Hal serupa disampaikan oleh Novri yang menekankan pentingnya pembelajaran dari pengalaman nyata. “Kami memberikan contoh konkret dampak buruk narkoba terhadap pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial. Klien diarahkan untuk menjalani hidup sehat, aktif, dan produktif,” jelasnya.

Bapas Jambi optimistis bahwa melalui kolaborasi, integritas, dan kepedulian, upaya pemberantasan narkoba dapat memberikan hasil nyata. “Ini adalah panggilan moral bagi kita semua. Kita harus berdiri di garis depan dalam menyelamatkan generasi bangsa,” tutup Dwi Santosa. (Vhee)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *