Banyuwangi, Pedulibangsa.co.id – Memprihatinkan, dua anak yakni kakak dan adik yang masih bersekolah tingkat dasar (SD) di salah satu sekolah yang berada di Dusun Sumberan, Kecamatan Macan Putih, Kabat, Banyuwangi ini setiap berangkat ke sekolah harus melewati sungai besar dan lembah dengan jalan yang cukup curam dan mempertaruhkan nyawanya saat air sungai sedang besar.
Dua orang bocah yakni Sugihartono kelas 6 dan Nur Halimah kelas 4 merupakan warga
Dusun Sempu, Desa Gombolirang yang begitu semangat dalam menuntut ilmu ke Sekolah meski jalan yang ia tempuh cukup membahayakan.

Seperti halnya yang diutarakan Sama’un, salah satu tenaga pengajar tempat Sugi dan Nur belajar.
“Setiap harinya kedua siswa-siswi kami ya seperti ini, menyeberangi sungai dan melewati lembah yang lumayan naik turun jalan nya,” ucap Sami’un.
“Saya dan para guru lain itu khawatir kalau saat musim hujan, air sungai besar, pohon saja bisa terseret air. Harapan kita dan warga, semoga ada jalur penghubung antara dua Dusun ini,” tambahnya.
Koordinator Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak, Jenny Claudya Lumowa melalui Sekjend Nasional Veri Kurniawan S.ST turut buka suara atas hal tersebut.
“Saya berharap Banyuwangi ini menjadi pelopor Kabupaten yang ramah anak dan benar-benar memperhatikan hak dan menjamin keberlangsungan pendidikan anak,” ucapnya.
Veri menambahkan, kalau Kornas TRC PPA sudah keliling Indonesia terutama di daerah pelosok atau terpencil sudah sering dilakukan. Dirinya berkeinginan agar para pegiat anak sama-sama lantang menyuarakan terkait hak dan jaminan keberlangsungan pendidikan anak, terutama bagi anak yang kurang mampu.
Sebelumnya, Mahasiswa KKN Untag Banyuwangi yang berlangsung di Dusun Sumberan, meski sedikit juga turut andil memberikan bantuan berupa cat dan inovasi 1 kelas percontohan. (Red)













