Dr. Ipong Hembing Putra adalah Ketua Umum DPP PITI – Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia

banner 468x60

JAKARTA, pedulibangsa.co.i – Dr. Ipong Hembing Putra adalah Ketua Umum Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia, Periode 2023-2028, Selain itu sangat aktif berorganisasi, beliau dikenal sebagai pakar pengobatan herbal/naturopati yang melayani konsultasi di klinik “The Hembing Center” di Jakarta Utara

Di artikel “Tokoh Muslim Tionghoa Jembatan Kebangsaan” yang kamu kirim, beliau disebut sebagai salah satu tokoh penting yang mendorong Muslim Tionghoa jadi jembatan persatuan & kebangsaan”.

“Profil & Peran Dr. Ipong Hembing Putra”

1. Jabatan & Organisasi
– Ketua Umum PITI – Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia
– Disebut juga sebagai Panglima Cheng Ho Indonesia
– PITI sendiri adalah wadah utama pembinaan Muslim Tionghoa sejak Reformasi 1998

2. Isu & Pernyataan Publik 2025-2026
Beliau cukup vokal di isu kebangsaan, hukum, dan toleransi:
– Penegakan hukum*: April 2026 desak Kapolri pecat oknum polisi yang merusak citra Polri
– Hoaks & Disinformasi*: Mei 2026 meluruskan unggahan TikTok “Ketakutan Tragedi 1998 demi Oligarki” dan menegaskan itu hoaks
– Lingkungan & Keadilan”Bersuara soal krisis tambang nikel Pulau Obi, menyebutnya “ujian apakah negara masih berdiri di atas konstitusi”
– Sejarah 1998 “Menanggapi pernyataan Fadli Zon, beliau sampaikan penyesalan & minta empati terhadap luka kolektif Mei 1998”
– Nilai kebangsaan “Tulis artikel “Teman Sejati: Pelita di Saat Dunia Menjauh” Juli 2026 dan pesan “Meneladani Pohon Bambu untuk Keteguhan Hidup.

3. Visi di PITI
Fokus Dr. Ipong:
1. “Memperkuat persatuan” lewat akulturasi Islam-Tionghoa-Indonesia
2. Meluruskan salah paham “bahwa Muslim Tionghoa adalah bagian sah dari bangsa
3. Membangun masjid & pembinaan* seperti Masjid Cheng Ho sebagai pusat dakwah dan toleransi

Dia juga yang menegaskan keabsahan merek “PITI Persaudaraan” terdaftar di DJKI Kemenkumham.

Kenapa disebut di artikel “Jembatan Kebangsaan ?”
Karena di bawah kepemimpinannya, PITI aktif jadi jembatan antara komunitas Muslim Tionghoa dengan masyarakat luas. Visinya: Muslim Tionghoa bukan “minoritas yang ditoleransi”, tapi subjek sejarah yang membangun bangsa dari zaman Cheng Ho sampai sekarang.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *