Dugaan Provokasi Oleh Anggota Polresta Banyuwangi, Korlap Aksi ODOL: Ini Bentuk Pengkerdilan Kebebasan Berpendapat dan Merusak Kondusifitas

banner 468x60

Banyuwangi, pedulibangsa.co.id – Aksi demo menolak kebijakan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang dilakukan oleh Konfederasi Supir Logistik Indonesia (KSLI) yang berlangsung kondusif dicoreng oleh ulah provokatif dari oknum anggota Polresta Banyuwangi, Senin (29/11/2021).

Provokasi tersebut dilakukan oleh oknum anggota Polresta Banyuwangi kepada koordinator lapangan (Korlap) KSLI yang tengah berada di pos pantau Sukowidi untuk menunggu instruksi dari komandan pergerakan aksi tersebut.

Inces, korlap KSLI Pos 1 mengatakan, ketika dirinya mengikuti arahan komandan aksi untuk berjaga di pos pantau Sukowidi, ada oknum polisi berkata kepadanya bahwasannya aksi sekarang ini tidak ada gregetnya sama sekali. Sontak, Inces secara otomatis berfikiran bahwa oknum tersebut ingin membuat aksi yang semula kondusif menjadi rusuh.

“Mana megafonnya? Aaah, ini mana gregetnya,”ucap Inces sembari menirukan kalimat dan mimik oknum anggota Polresta Banyuwangi tersebut.

Inces menambahkan, dirinya bersama rekan yang lain berkumpul di pos tersebut untuk menunggu komando sembari meminum kopi dan sharing bersama yang lain. Namun, oknum polisi tersebut kembali berulah dengan menganggap kegiatan rekan-rekan adalah kopdar (kopi darat) dan dapat ditangkap.

“Ooo gak bisa kopdar, bila terjadi kopdar akan saya tangkap, kalau aksi tidak saya tangkap,” kata inces menirukan oknum polisi tersebut.

Penyampaian oleh oknum anggota Polresta Banyuwangi tersebut menurut inces sangat menjatuhkan harga diri KSLI beserta semua yang tergabung di dalamnya.

“Bahasa-bahasanya sangat menyakitkan,” tutur Inces.

Inces berencana akan melakukan aksi sebagai bentuk protes di depan Mapolresta Banyuwangi, karena hal tersebut sangat menjatuhkan martabat KSLI dan bentuk pengkerdilan dalam rangka kebebasan berpendapat oleh warga Negara yang dijamin Undang-undang.

“Minggu depan akan kami lakukan aksi di depan Mapolresta Banyuwangi, sebagai bentuk protes kami atas bentuk pengkerdilan kebebasan berpendapat kami,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi melalui Kepala Satuan Intel Polresta Banyuwangi, Kompol Edy Priswanto, S. Sos, dirinya mengaku tidak mengetahui ada oknum anggota Polresta Banyuwangi yang diduga melakukan provokasi terhadap korlap aksi ODOL.

“Mohon maaf kami belum tau,” kata Kasat Intelkam Polresta Banyuwangi melalui saluran pesan pendek.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *