BANDUNG, pedulibangsa.co.id – Pengunjung wanita berinsial S diamankan oleh petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandung, karena kedapatan menyerahkan narkoba kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lapas tersebut. Adapun jenis narkoba yang ditemukan tersebut berupa sabu sebanyak 12 paket, 10 paket sinte bibit, 1 paket bibit sinte cair, 5 butir inex dan Satu buah cangklong.
Temukan lebih banyak
Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Bandung, Sopiana Jumat (8/5), menerangkan, kronologi kepergoknya seorang wanita inisial S tersebut, usai mengunjungi salah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) inisial A.
“S mengunjungi A pukul 11.30 WIB. S ini menyembunyikan narkoba di alat kemaluannya. Usai menyerahkan narkoba, S langsung pergi keluar lapas. Saat A mau kembali ke kamar blok hunian prosedurnya dilakukan pemeriksaan kembali oleh petugas jaga dan ditemukan paket narkoba,” bebernya.
Kalapas menyebut, bahwa saat S memasuki area Lapas, langsung diperiksa petugas P2U dan petugas pemeriksaan secara maksimal sesuai prosedur. “Kami melakukan pemeriksaan maksimal di pintu masuk P2U dan ruang pemeriksaan barang dan badan, Petugas yang jeli melihat gerak gerik S langsung mengamati S secara maksimal. Pemeriksaan dari mulai pemeriksaan badan dan barang bawaan sudah dilakukan, namun untuk mengecek bagian alat kemaluan. Kami keterbatasan alat untuk mendeteksi hal tersebut. Namun bukan berarti petugas Lapas lengah dan terkecoh,” jelasnya.
Sopiana menerangkan, kejadian penggagalan masuknya narkoba ke Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung itu, merupakan hasil kerja maksimal dan komitmen tinggi dari petugas Lapas.
“Ini adalah keberhasilan petugas kesatuan pengamanan lapas yang jeli melihat adanya potensi masuknya barang terlarang seperti narkoba. Saya mengapresiasi langkah ini dengan komitmen tinggi agar Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung bebas narkoba sesuai komitmen Zero Halinar,” tuturnya.
Sopiana menyatakan, dengan adanya penggagalan ini, pihak Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung langsung berkoordinasi dengan jajaran Sat Narkoba Polresta Bandung dan barang bukti narkoba yang disita diserahkan ke Sat Narkoba Polresta Bandung. Pihak Lapas Narkotika Bandung, berterima kasih atas sinergi dengan Sat Narkoba Polresta Bandung yang langsung menyikapi temuan penggagalan narkoba.
“Ini merupakan bukti petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung memegang teguh komitmen zero Halinar (handphone, pungli dan narkoba) hilang dari Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung,” tutupnya.













