Perkuat Komitmen Bersama, Pemerintah Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Sumatera Selatan

banner 468x60

PALEMBANG, pedulibangsa.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Griya Agung, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (6/5).

Kegiatan apel ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, hingga relawan kebencanaan. Dalam amanatnya, Djamari Chaniago menyampaikan pentingnya penanganan karhutla secara serius oleh semua pihak tanpa kecuali. Dirinya menginstruksikan agar semua unsur pemerintah maupun masyarakat mengambil bagian untuk menekan angka karhutla.

“Pastikan seluruh perangkat daerah memahami tugas masing-masing, pastikan posko siaga berjalan, personel siap, peralatan tersedia, sumber air terpetakan, jalur mobilisasi terbuka dan sistem komando lapangan berfungsi dengan efektif,” ujar Djamari Chaniago.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal musim kemarau terjadi pada bulan Mei, dengan sifat musim kemarau cenderung bawah normal atau lebih kering. Sementara puncak kemarau di Sumatera Selatan diperkirakan terjadi pada bulan Agustus. Berdasarkan pemetaan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, terdapat 12 kabupaten kota rawan karhutla pada tahun 2026. Wilayah-wilayah ini menjadi prioritas pengawasan, patroli, pencegahan dan penyiapan sumber daya, karena memiliki karakteristik lahan gambut atau mineral kering, areal perkebunan serta riwayat kejadian karhutla yang berulang.

Dalam kegiatan apel tersebut, dilakukan pengecekan kesiapan pasukan yang terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan masyarakat peduli api serta instansi terkait lainnya. Selain itu, turut diperiksa kesiapan sarana prasarana penunjang dalam operasi pemadaman, termasuk peralatan pemadaman darat dan kendaraan operasional.

Sebagai wujud kesiapan seluruh unsur, pada kegiatan ini juga dilakukan Reaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla Tahun 2026. Reaktivasi Desk ini merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, khususnya untuk memperkuat koordinasi, sinkronisasi, pengendalian, pemantauan dan evaluasi kebijakan pengendalian karhutla secara nasional.

Apel kesiapsiagaan ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh sumber daya, baik personel maupun peralatan, dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla secara terpadu. Kolaborasi menjadi kunci, pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, dunia usaha dan masyarakat harus bergerak bersama dalam satu komando untuk mencegah dan menangani karhutla.

“Kita jadikan apel kesiapsiagaan hari ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen, menyatukan langkah, dan memastikan bahwa Sumatera Selatan siap menghadapi kemarau 2026 dengan kesiagaan penuh,” ujar Djamari Chaniago.

Sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan, BNPB telah mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pemantauan dan penanganan karhutla, seperti sistem deteksi titik panas (hotspot) berbasis satelit, pemantauan cuaca dari BMKG, serta pemanfaatan drone untuk patroli udara.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Sebagai bentuk dukungan kepada Provinsi Sumatera Selatan, BNPB telah mengerahkan 2 armada helikopter patroli dan 4 helikopter water bombing, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).

“BNPB mendukung seluruh operasi penanganan karhutla di 5 provinsi prioritas, mulai dari perlengkapan satgas darat, operasi modifikasi cuaca, hingga pengerahan armada heli untuk patroli dan water bombing,” jelas Suharyanto.

Pada kesempatan ini, BNPB juga memberikan dukungan peralatan dalam menunjang tugas tim satgas darat senilai total 2,8 Miliar Rupiah. Adapun bantuan yang diberikan pada Provinsi Sumatera Selatan, yakni Korem 044/Gapo dan Polda Sumatera Selatan, masing-masing-masing 1 unit motor trail pemadam, 3 unit pompa jinjing 2HP+selang, dan 50 pasang sepatu boot pemadam. Selain itu dukungan peralatan juga diberikan kepada Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Muara Enim, masing-masing berupa 5 unit APD pemadam, 1 unit motor trail pemadam, 2 unit flexible tank, 2 unit pompa jinjing 2HP+selang, dan 4 roll selang 1,5 inci.

“Penebalan logistik dan peralatan ini dapat terus dilakukan menyesuaikan kebutuhan di lapangan,” lanjut Suharyanto.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh upaya penanggulangan karhutla melalui penguatan kapasitas daerah, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta pelibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan. Sementara itu, unsur dunia usaha juga didorong untuk berperan aktif dalam pengelolaan lahan secara bertanggung jawab serta memastikan tidak terjadi praktik pembakaran dalam pembukaan lahan. Dunia usaha diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi, bukan sebagai sumber persoalan karhutla.

Berbagai strategi penanganan karhutla yang dilakukan dilakukan pemerintah secara terpadu terus dimaksimalkan, antara lain melalui peningkatan kemampuan personel satgas darat baik secara kualitas dan kuantitas, pendampingan pemda melalui bantuan peralatan, perpaduan yang seimbang antara operasi darat, operasi udara dan operasi modifikasi cuaca. Kemudian penegakan hukum yang tegas bagi pelaku pembakaran, hingga pemantauan prediksi iklim.

Apel kesiapsiagaan ini juga dirangkaikan dengan simulasi penanganan karhutla guna meningkatkan kemampuan dan kesiapan personel di lapangan dalam menghadapi berbagai skenario kebakaran.

BNPB berharap melalui apel ini, seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sejak dini, sehingga dampak karhutla terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas ekonomi dapat ditekan.

“Dengan kesiapan yang optimal dan kerja sama yang sinergis dari semua pihak, kita optimis dapat mengendalikan karhutla secara lebih efektif pada tahun 2026,” tutup Suharyanto.

Abdul Muhari, Ph.D.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Facebook: @InfoBencanaBNPB
Twitter: @BNPB_Indonesia
Instagram: @bnpb_indonesia
YouTube: BNPB Indonesia
(Vhee)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *