Satu Dekade Program JKN Menemani Ardani Akses Pelayanan Kesehatan

banner 468x60

JAKARTA TIMUR – Pedulibangsa.co.id – BPJS Kesehatan senantiasa berupaya untuk memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan setara kepada seluruh peserta JKN. Melalui berbagai inovasi yang telah dihadirkan oleh BPJS Kesehatan dalam menyelenggarakan Program JKN demi kemudahan peserta untuk bisa mengakses pelayanan kesehatan. Ardani (75) salah satu peserta JKN yang telah terdaftar menjadi peserta sejak tahun 2014. Ia terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD yang memungkinkan dirinya untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan dengan iuran bulanannya dibayarkan oleh Pemerintah Daerah. Selama hampir satu dekade, Ardani telah merasakan banyak manfaat dari Program JKN, terutama dalam menghadapi penyakit asam urat yang ia derita.
“Saya rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah dan konsultasi dengan dokter di Puskesmas tempat saya terdaftar setiap bulannya. Setiap pemeriksaan atau control saya pasti mendapatkan obat-obatan untuk menjaga kondisi penyakit asam urat yang saya derita agar selalu stabil. Bagi saya Program JKN sangat penting sekali dan membantu saya dalam pemberian akses pelayanan kesehatan di usia saya yang telah lanjut ini. Terlebih lagi dengan iuran yang dibayarkan oleh Pemerintah Daerah setiap bulannya, saya menjadi terbantu dari segi finansial dan tidak membebani keluarga saya. Sudah semestinya pemerintah menjamin pemberian akses pelayanan kesehatan kepada warganya,” kata Ardani saat ditemui Tim Jamkesnews pada Kamis (3/10).
Ardani menjelaskan bahwa selama dirinya berobat menggunakan JKN, proses administratif ketika berobat cukup sederhana. Ia hanya perlu menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk verifikasi data sebagai peserta JKN. Namun, dirinya mengakui bahwa antrean di fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit, terkadang bisa cukup memakan waktu, terutama pada jam-jam sibuk di pagi hari. Meski demikian, kini ia berusaha mengurangi waktu tunggu dengan cara mengambil nomor antrean secara online melalui Aplikasi Mobile JKN yang dibantu oleh anaknya. Dengan antrean online, Ardani menjadi tahu jam berapa sekiranya ia datang ke fasilitas kesehatan sehingga tidak perlu menunggu lama panggilan menuju ruang pemeriksaan.
“Saya tidak hanya sekedar mendapatkan pelayanan kesehatan untuk menjaga kesehatan, namun saya juga menyoroti pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan juga. Menurut pengalaman saya selama ini pelayanan yang diberikan, mulai dari petugas administrasi, perawat, hingga dokter, sangat memuaskan. Saya merasa bahwa setiap tenaga kesehatan menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap pasien, memastikan kenyamanan dan keselamatan selama perawatan. Apabila ada tenaga kesehatan yang menurut kita kurang ramah, saya memakluminya karena mereka bekerja tidak sebentar dan banyak peserta JKN yang jumlahnya banyak setiap harinya sehingga namanya juga manusia pasti mengalami kelelahan. Kita patut mengapresiasi kinerja tenaga kesehatan agar selalu semangat dalam memberikan pelayanan kesehatan,” ujar Ardani.
Diakhir perbincangan Ardani mengungkapkan harapannya untuk Program JKN dan BPJS Kesehatan kedepannya untuk terus berinovasi terutama teknologi informasi yang kini sudah jauh lebih baik dibandingan tahun-tahun prtama JKN terselenggara. Perubahan data peserta di Aplikasi Mobile JKN, ambil nomor antrean di fasilitas kesehata dengan antrean online, pembayaran bertahap atau mencicil melalui Program REHAB, urus administrasi kepesertaan melalui Aplikasi Whatsapp dengan Pandawa, transparansi informasi ruang rawat inap di fitur info ketersediaan tempat tidur, mengetahu tingkat risiko kesehatan melalui skrining riwayat kesehatan. Inovasi tersebut bagi Ardani merupakan peningkatan yang signifikan bagi JKN untuk di tahun-tahun selanjutnya menghadirkan inovasi-inovasi baru lagi. (Vhee)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *