Banyuwangi Jawa Timur, pedulibangsa.co.id – Di tengah arus perubahan zaman yang terus bergerak, peninggalan leluhur berdiri tegak sebagai penghubung tak terputus antara masa lalu yang gemilang dan masa kini yang terus berkembang. Forum Budaya Purnama CAMPUR NANGING MANUNGGAL, sebagai wadah terbesar pecinta warisan budaya Tosan Aji di Banyuwangi, berperan membuka kembali lembaran sejarah sekaligus menjaga semangat budaya agar senantiasa menyala terang. Tersirat makna yang dalam sejarah adalah rekaman perjalanan perjuangan, budaya adalah nafas kehidupan, dan warisan adalah ciri khas yang menjadi kebanggaan kita semua.
Wong Agung Mukti Jayadiningrat yang akrab disapa Mas Agung, budayawan yang memiliki lebih dari ratusan koleksi benda pusaka, menyampaikan pandangannya, “Setiap benda warisan ini bukan sekadar barang bersejarah, melainkan wujud rasa cinta dan bakti para pendahulu kepada tanah air. Segala kemajuan dan kenyamanan yang kita nikmati saat ini adalah hasil pemikiran, pengorbanan serta doa mereka yang telah membangun dasar kehidupan yang kuat dan kokoh untuk kita warisi.” terangnya (06/05/2026)

“Benda‑benda ini adalah saksi bisu yang menyimpan seluruh kisah naik turunnya perjalanan bangsa. Dibuat pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit abad ke‑15, Kerajaan Blambangan abad ke‑15 hingga masa keemasan Kerajaan Mataram abad ke‑17, berbentuk keris, tombak, pedang dan berbagai jenis jimatan. Bagi kami, ini jauh lebih berharga daripada sekadar logam yang dibentuk dengan tangan. Di dalamnya tersirat cita‑cita mulia, semangat berani membela tanah air, ketulusan hati serta kebijaksanaan yang diwariskan turun‑temurun. Kekuatan nilai yang ada di dalamnya terus menginspirasi dan menuntun langkah kita hingga sekarang,” ungkap nya
Sebagai pemilik koleksi tersebut, beliau mengutarakan harapan yang tulus, “Bagi saya, setiap pusaka adalah karunia yang tak ternilai harganya. Ia mengajarkan bahwa warisan budaya bukanlah milik satu generasi saja, melainkan amanah suci yang harus dipelihara dengan sepenuh hati. Semoga seluruh peninggalan ini senantiasa terawat baik, menjadi sumber ilmu pengetahuan, cerminan jati diri bangsa, serta kebanggaan abadi bagi anak cucu kita kelak. Karena dengan merawat warisan ini, kita sesungguhnya sedang memperkuat akar kehidupan kita sendiri, supaya tetap teguh berdiri saat melangkah menuju masa depan yang lebih cemerlang,” tutupnya.
Kehadiran koleksi berharga ini menyentuh perasaan dan menambah wawasan setiap orang yang melihatnya. Membuktikan bahwa warisan leluhur akan senantiasa hidup dan berarti, selama kita memahami maknanya serta merawatnya dengan kasih sayang dan penghargaan yang tulus.
(MSP)













