JAKARTA, pedulibangsa.co.id – Tongkat kepemimpinan di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Bandara Internasional Soekarno-Hatta International Airport resmi berganti pada akhir Januari 2026. Posisi strategis tersebut kini diemban oleh Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menggantikan Gatot Sugeng Wibowo yang mendapat penugasan baru sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Penunjukan Hengky menandai kembalinya sosok berpengalaman ke salah satu titik layanan dan pengawasan kepabeanan tersibuk di Indonesia. Ia bukan wajah baru di lingkungan bandara tersebut, melainkan figur lama yang telah lama berkecimpung dalam bidang intelijen dan penindakan.
Rekam Jejak dan Karier.
Sebelum dipercaya memimpin KPU Bea Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Hengky menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas dan Kinerja Organisasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam posisi itu, ia berperan dalam penguatan sistem serta strategi organisasi di tingkat pusat.
Karier Hengky di Bea Cukai terbilang panjang dan beragam. Ia pernah bertugas di KPBC Tanjung Priok III dan menapaki berbagai jenjang struktural hingga posisi strategis lainnya.
Di Bandara Soekarno-Hatta, ia pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2), serta Koordinator Pelaksana Intelijen pada periode 2005–2007.
Rangkaian pengalaman tersebut membentuk profilnya sebagai aparat dengan spesialisasi di bidang pengawasan, intelijen, dan penindakan pelanggaran kepabeanan.
Fokus Kerja 2026: Layanan Humanis dan Digitalisasi

Memasuki masa tugasnya pada 2026, Hengky menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan publik tanpa mengabaikan fungsi pengawasan. Pendekatan pelayanan yang lebih humanis menjadi salah satu prioritas utama, terutama bagi penumpang internasional dan pelaku usaha.
Di sisi lain, ia mendorong optimalisasi teknologi melalui implementasi sistem Auto Gate All Indonesia dalam pelaporan Customs Declaration. Inovasi ini diharapkan mampu mempercepat proses layanan, mengurangi antrean, serta meningkatkan transparansi.
Selain itu, Hengky menekankan pentingnya sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di ekosistem bandara, termasuk operator bandara, maskapai, dan komunitas logistik.
Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Hengky langsung turun ke lapangan. Pada 14 April 2026, ia melakukan kunjungan kerja ke Tempat Penimbunan Sementara (TPS) di area kargo Bandara Soekarno-Hatta.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kelancaran arus barang serta menjaga kecepatan proses penanganan logistik, yang menjadi faktor krusial dalam rantai pasok nasional maupun internasional.
Dukung Program Nasional
Dalam arah kebijakannya, Hengky juga menyatakan komitmen untuk mendukung program Asta Cita yang diusung oleh Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ekonomi nasional, peningkatan pelayanan publik, serta pengawasan arus barang lintas negara.
Bandara Soekarno-Hatta sebagai gerbang utama Indonesia memegang peran vital dalam implementasi kebijakan tersebut, baik dalam konteks fasilitasi perdagangan maupun perlindungan masyarakat dari peredaran barang ilegal.
Dengan pengalaman panjang dan pemahaman mendalam terhadap operasional lapangan, kepemimpinan Hengky di KPU Bea Cukai Soekarno-Hatta diharapkan mampu membawa institusi tersebut menjadi lebih adaptif, responsif, dan profesional di tengah dinamika perdagangan global yang terus berkembang.












