JAKARTA – Pedulibangsa.co.id – Saat liburan merupakan waktu yang diimpikan setiap mahasiswa untuk bersantai serta melepas segala kejenuhan yang ada untuk kembali berkumpul bersama keluarga. Namun, tidak dengan wanita yang satu ini. Ditemani dengan setumpuk laporan dan berpacu dengan deadline, telah menjadi pilihannya untuk mengisi waktu libur yang ada. Senyum yang terukir di wajahnya, menjadi tanda bahwa ia bahagia dengan yang dilakukannya. Baginya, produktif di masa kuliah merupakan hal yang sangat penting.
Wanita tersebut adalah Alfiana Cahya Putri (20) atau yang lebih akrab disapa Alfi. Ia tergabung menjadi peserta JKN dari segmen Peserta Bukan Pekerja Umum (PBPU) atau yang biasa dikenal sebagai peserta mandiri sejak tahun 2022. Alfi mendaftar menjadi peserta JKN pada saat itu karena menjadi suatu syarat dari kampusnya sebagai salah satu bentuk tanggung jawab kampus untuk melindungi mahasiswanya dalam jaminan kesehatan. Alfi pun turut membagikan kisahnya ketika menggunakan manfaat dari Program JKN untuk pertama kalinya ketika melakukan pemeriksaan Ketika jatuh sakit.
“Namanya juga anak kost kak yang baru pertama kali merantau pastinya kaget sama semua suasananya. Waktu itu lagi banyak-banyaknya tugas dan kegiatan jadi nggak terkontrol semuanya. Jam makan sering kelewat bahkan kadang tidak makan sama sekali, hanya ngemil sedikit saja. Sekalinya makan pun sering yang pedas-pedas dan yang parah sepertinya sering tidak sarapan sebelum ke kampus. Sampai akhirnya merasa badan mulai tidak enak, lemas dan perut sangat sakit,” ungkap Alfi saat diwawancarai pada Rabu (08/02).
Alfi menambahkan bahwa lantaran dirinya yang berada jauh dari rumah serta orang tua, ia pun memutuskan untuk mencoba menggunakan Program JKN untuk pertama kalinya guna melakukan pemeriksaan kesehatan karena tidak ingin membuat kedua orangtuanya merasa khawatir. Sempat merasa ragu karena selain karena baru pertama kali sehingga sedikit bingung dengan alurnya, ada pemikiran negatif terhadap Program JKN karena beberapa berita yang beredar tentang perlakuan buruk terhadap peserta JKN. Tetapi rasa sakit yang tidak tertahan membuatnya tidak memiliki pilihan lain selain memeriksakan kondisinya segera mungkin.
“Aku diperiksa di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di salah satu klinik di daerah Tembalang, Semarang. Waktu itu aku didiagnosa mengalami tipes karena pola hidup yang kurang bagus selama ini. Fakta yang membuat aku kaget itu karena aku benar-benar dilayani dengan baik, mulai dokter, perawat hingga petugas administrasi di klinik itu baik dan ramah. Dokter dan juga perawat dengan sabar mendengarkan keluhan aku bahkan mereka tidak jarang melemparkan senyum ketika melayani aku. Beda banget sama berita yang sebelumnya aku dengar,” ujar Alfi.
Alfi mengatakan bahwa sangat merasa puas dengan pengalaman pertamanya menggunakan Program JKN, ia sangat merekomendasikan Program JKN kepada semua mahasiswa terutama mereka yang menjadi anak perantau. Untuk yang sudah menjadi peserta JKN jangan pernah ragu untuk menggunakannya karena Program JKN dapat menjadi proteksi utama dalam menjamin kesehatannya ketika jauh dari rumah. Alfi juga menyampaikan bahwa tanggung jawab mahasiswa perantau tidak hanya pada belajar dengan sungguh-sungguh namun juga belajar untuk bertanggung jawab akan kesehatan dan keselamatan dirinya sendiri. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat dan memiliki jaminan kesehatan.(MN/cp)
Alfi : Program JKN Jadi Proteksi Kesehatan Utama Bagi Mahasiswa













