Bagus : Pakai Program JKN Mudah Prosesnya, Lancar Pengobatannya

banner 468x60

JAKARTA – Pedulibangsa.co.id – Sore itu, langit terlihat mendung diiringi angin menyambut dinginnya sore. Perlahan rintik hujan pun mulai turun mengeluarkan suara gemericik yang menenangkan kala itu. Terlihat sosok laki-laki tengah bersantai menikmati merdunya rintikan hujan. Ia adalah Tubagus Legiman (48) atau yang akrab disapa Bagus. Disela perbincangan saat itu, ia turut membagikan salah satu kisahnya yang berharga dan tak terlupakan saat menjalani pengobatan dengan menggunakan Program JKN.
Bagus mengidap Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) sejak tahun 2015. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) sendiri merupakan penyakit pernapasan akibat adanya penyumbatan saluran udara pada paru-paru. Sempat dinyatakan sembuh, namun tak berselang lama penyakitnya pun kembali kambuh. Tahun 2022 kembali menjadi tahun yang sulit baginya, dimana ia harus kembali berjuang menjalani pengobatan yang intensif demi kesembuhan dirinya.
“Sekitar bulan Maret 2022, kembali kambuh PPOK-nya mas, gejalanya itu sesak dan susah sekali bernafas. Akhirnya saya dibawa ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSUP Persahabatan oleh keluarga saya dan sesampainya disana langsung diperiksa oleh dokter dan perawat. Setelah dilakukan pemeriksaan diputuskan saya diharuskan rawat inap. Saya dirawat selama enam hari pada saat itu,” pungkas Bagus saat ditemui dikediamannya pada Rabu (15/02).
Bagus mengatakan bahwa penyebab utama dari penyakit tersebut adalah kebiasaan hidup tidak sehat yang selama ini ia lakukan seperti merokok, kurangnya berolahraga, dan minimnya sirkulasi udara di dalam rumah. Setelah rawat inap di bulan Maret 2022 tersebut, hanya berselang sebulan Bagus kembali di diagnosa terkena Tuberkulosis Paru (TB), tetapi dalam kurun waktu tiga bulan pengobatan yang rutin ia jalani akhirnya dinyatakan negatif. Meskipun sudah dinyatakan negatif TB, ia masih harus melakukan kontrol rutin setiap bulannya. 
“Setiap bulan harus kontrol mas dan tetap di RSUP Persahabatan kontrolnya dengan menggunakan surat rujukan dari  Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat saya terdaftar di Puskesmas Kecamatan Matraman. Setiap tiga bulan sekali saya harus menjalani pemeriksaan dahak dan rontgen paru untuk melihat perkembangan penyakit saya. Saat ini dalam setahun kedepan saya harus bergantung pada antibiotik yang diberikan oleh dokter, namun saya tetap bersyukur karena proses pengobatannya sangat dipermudah, terlebih lagi saya tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar karena segalanya sudah dijamin dan ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” tambah Bagus.
Bagus mengungkapkan bahwa Program JKN saat ini semakin bagus, dibuktikan dengan pengalamannya saat itu dalam keadaan darurat dirinya bisa langsung ditangani oleh dokter dan perawat dengan baik di IGD. Perihal rujukan kontrolnya pun juga mudah dengan proses yang tidak bertele-tele. Bagus berharapan agar Program JKN bisa selalu hadir ditengah masyarakat dengan performa dan pelayanan jaminan yang semakin baik setiap harinya, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari Program JKN.(MN/cp)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *