Beranda NEWS Alih Fungsi Lahan Jadi Faktor Penyebab Banjir Bandang di Kalibaru Banyuwangi

Alih Fungsi Lahan Jadi Faktor Penyebab Banjir Bandang di Kalibaru Banyuwangi

Banyuwangi, pedulibangsa.co.id – Banjir bandang menerjang 5 desa di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur pada Kamis malam, 3 November 2022 lalu. Dari hasil kajian BPBD Banyuwangi, merinci penyebab bencana tersebut. Salah satu penyebabnya karena alih fungsi lahan di daerah hulu, Senin (7/11/2022).

Plt Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, menuturkan penyebab banjir disebabkan beberapa faktor. Diantaranya curah hujan tinggi, alih fungsi lahan, dan juga persoalan sampah.

“Di hulu ada juga yang menjadi penyebab adalah alih fungsi lahan. Dari tanaman keras menjadi tanaman horti. Sehingga catchment area (daerah tangkapan air) untuk penyerapan air berkurang,” kata Ilzam.

Dirinya menambahkan, saat ini pemerintah Banyuwangi membuat perencanaan baru dengan pengalihan air dari hulu agar tidak masuk ke sungai-sungai kecil yang ada di sekitar pemukiman warga.

Upaya pencegahan akan dilakukan dengan cara reboisasi, menjaga kebersihan, dan pertimbangan alih fungsi lahan di daerah rawan bencana.

“Infrastruktur memang perlu dibenahi untuk menampung aliran air dari hulu,” ujarnya.

Pemerintah Banyuwangi berharap kedepan pihak perkebunan bertanggung jawab atas banjir yang terjadi di Kalibaru. Jika diamati banyak tanaman tebu yang ditanam di lahan PTPN XII yang ada di wilayah Kalibaru dan Glenmore.

Sebelumnya lahan yang ada di dua kecamatan itu ditanami kopi dan kakao/cokelat. Namun setelah adanya perubahan alih fungsi lahan dan ditanami tebu berdampak terjadinya banjir di wilayah Kalibaru. (r)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here