Beranda Nasional Gandrung Sewu 2022 Akan Angkat Cerita Wabah di Kerajaan Blambangan

Gandrung Sewu 2022 Akan Angkat Cerita Wabah di Kerajaan Blambangan

Banyuwangi, pedulibangsa.co.id- Gandrung Sewu akan kembali digelar kembali pada Sabtu (29/10/2022) besok. Tari daerah Banyuwangi dengan penampilan kolosal berjumlah seribu lebih penari akan unjuk gigi di pesisir Pantai Marina Boom, yang berlatar Selat Bali.

Tema yang akan diangkat pada Gandrung Sewu 2022 yakni Sumunare Tlatah Blambangan yang berarti Kemilaunya Bumi Blambangan. Adapun cerita yang akan ditampilkan tentang Kerajaan Blambangan di abad ke-16 yang terkena wabah penyakit (pagebluk).

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi, Choliqul Ridho, menyampaikan kisah tersebut mirip seperti yang terjadi di zaman sekarang yang terkena pandemi kemudian bangkit atau rebound kembali.

“Mengambil sebuah cerita bahwa dahulu di abad ke-14 saat Blambangan terkena pagebluk. Sampai putri raja namanya Dewi Sekardadu tidak bisa disembuhkan dengan segala ritual apapun tidak bisa disembuhkan oleh punggawa kerajaan. Akhirnya digelar sayembara siapa yang bisa menyembuhkan putri raja tersebut,” papar Ridho, Jumat (28/10/2022).

Tiba-tiba, lanjut Ridho, ada sosok datang dari luar kerajaan bernama Syech Maulana Ishak yang bisa menyembuhkan Dewi Sekardadu dan semua rakyat Blambangan yang terjangkit wabah penyakit.

“Akhirnya Syekh Maulana Ishak menang sayembara dapat menyembuhkan yang akhirnya menikahi Dewi Sekardadu dan menghasilkan keturunan anak bernama Sunan Giri,” katanya.

“Kenapa kita ambil cerita itu. Karena pagebluk atau pandemi yang mana dua tahun kita tidak bisa apa-apa. Ini sekarang Banyuwangi bisa bergerak kembali, artinya kita bersinar kembali,” imbuhnya.

Total penampil yang dilibatkan sebanyak 1.057 orang. Dengan rincian penari sebanyak 925 orang. Kemudian ada panjak atau penabuh gamelan sebanyak 60 orang dan fragmen 72 orang.

Yang berbeda dari tahun sebelumnya, kata Dispar Banyuwangi, yaitu dari manajemennya. Jika sebelumnya yang menyelenggarakan pemerintah daerah. Tahun ini penyelenggaranya sanggar-sanggar tari. Pemda hanya memfasilitasi melalui kecamatan. (r)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here