Jiteng : Program JKN, Lancarkan Operasi Suami Saya

banner 468x60

JAKARTA TIMUR – Pedulibangsa.co.id – Menjadi seorang ibu merupakan tanggung jawab yang sangat mulia. Rasanya kalimat tersebut memang benar adanya. Bahunya yang kuat, tak mengenal lelah apalagi mengeluh. Perhatiannya yang tak pernah luput, serta senyumnya yang menghangatkan telah menjadikannya sebagai sosok pahlawan keluarga. Meskipun usianya kini tak lagi muda, namun semangatnya dalam merawat dan melindungi keluarganya tak pernah pudar. 
Sebut saja ia Jiteng Sariyati (53) atau yang lebih akrab disapa Jiteng. Ia merupakan seorang ibu, sekaligus seorang pegawai swasta di salah satu perusahan farmasi di Kota Jakarta. Ditengah kesibukannya, ia selalu berusaha untuk tetap memberikan yang terbaik bagi keluarganya apalagi Jiteng bekerja di dunia kesehatan. Salah satunya adalah dengan memastikan dirinya dan juga seluruh keluarganya terlindungi jaminan kesehatan. Jiteng terlindungi dengan Program JKN melalui tempat ia bekerja dengan segmen kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU). Jiteng pun turut membagikan kisahnya ketika menemani sang suami ketika hendak menjalani pembedahan untuk Abses Perianal di tahun 2021 silam.
“Awalnya, suami saya bilang kalau merasa ada semacam bisul di daerah bokong hanya saja karena tidak merasa terganggu, jadi saat itu hanya diabaikan saja dengan harapan akan sembuh dengan sendirinya seperti bisul pada umumnya. Seiring berjalannya waktu ternyata bisul yang awalnya dirasa akan sembuh dengan dengan sendirinya tersebut tidak menunjukkan adanya indikasi membaik. Ukurannya yang semakin membesar setiap harinya, perlahan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari suami saya hingga membuatnya harus terbaring lemah menahan rasa sakit,” ujar Jiteng saat ditemui dikediamannya pada Selasa (31/01).
Merasa khawatir dengan kondisi sang suami, Jiteng pun segera membawanya menuju instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hermina Mekarsari dengan mendaftar sebagai peserta JKN. Sesampainya disana, kondisi suaminya pun dengan cepat dan tanggap mendapatkan perawatan dari dokter serta perawat yang berjaga saat itu. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa suaminya di diagnosa mengalami pembekakan yang terjadi disekitar anus atau yang biasa disebut sebagai Abses Perianal yang tergolong parah, sehingga membutuhkan tindakan lanjut seperti pembedahan. Abses Perianal sendiri disebabkan oleh pola hidup yang kurang baik.
“Sebelum dibawa ke IGD rumah sakit, suami saya setiap hari mengeluh katanya semakin sakit, terutama saat buang air besar. Selain  itu juga mengalami demam dan menggigil sehingga membuatnya tidak kuat untuk bangun dari tempat tidur. Untuk duduk saja katanya rasanya juga sakit sekali. Sempat dibawa ke klinik terdekat dan diberikan obat pereda nyeri saja,” ungkap Jiteng. 
Jiteng melanjutkan bahwa proses penjaminan BPJS Kesehatan saat itu berjalan lancar dan mudah. Administrasi yang cepat serta pelayanan yang ramah dirinya rasakan. Jiteng menunjukan kartu kepesertaan JKN suaminya, setelah dinyatakan kepesertaannya aktif, selanjutnya segala biaya terkait perawatan suaminya di rumah sakit ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Jiteng sangat senang dan bersyukur sekali karena suaminya ditangani dengan baik di Rumah Sakit Hermina Mekarsari. Ia tidak merasakan adanya diskriminasi atau ketidakramahan baik petugas maupun tenaga kesehatan disana.
Baginya, kehadiran Program JKN membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Ia juga sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan sebagai salah satu penyelenggara Program JKN ini. Dengan adanya Program JKN, suaminya mendapat pelayanan kesehatan yang baik tanpa perlu mengeluarkan biaya. Di akhir perbincangan ia menyatakan harapannya agar program JKN dapat terus hadir ditengah masyarakat dan memberikan jaminan kesehatan yang terbaik.(MN/cp)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *