Harry : Berawal Dari Prasangka, Berakhir Jadi Suka

banner 468x60

JAKARTA TIMUR – Pedulibangsa.co.id – Di sudut ruang perawatan, terdapat seorang laki-laki yang sedang terbaring lemah. Dengan menahan rasa sakit yang tajam, hal terbaik yang dapat dilakukan keluarganya saat itu adalah menemaninya sepanjang malam. Heningnya suasana di ruangan itu membuat suara jam terdengar keras. Tak ada satupun perkataan yang keluar, hanya berbagai pikiran negatif yang mulai menghantui mereka di malam yang dingin tersebut. Hal yang dapat mereka lakukan saat itu hanyalah berdoa, berharap semuanya berjalan lancar.
Sebut saja lelaki tersebut Harrymurti Sriwidagdo (55), ia di diagnosa memiliki masalah serius dengan usus buntu, sehingga dirinya membutuhkan tindakan lebih lanjut serta perawatan yang intensif dengan segera. Sebagai peserta JKN dengan segmen segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), ia memiliki pengalaman yang tak terlupakan ketika memilih untuk menggunakan Program JKN sebagai penjamin utama dirinya untuk dapat pulih kembali.
“Saya adalah penderita usus buntu akut, dirujuk dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat diri saya terdaftar menuju salah satu Rumah Sakit di daerah Jakarta Timur. Kemudian, saya diperiksa oleh dokter ahli penyakit dalam dan diminta untuk melakukan USG atau ultrasonografi. Namun, untuk melakukan USG tersebut saya harus menunggu dipanggil dalam beberapa hari dan hasil USG pun baru dapat diserahkan ke dokter paling cepat satu minggu setelah USG dilakukan,” ujar Harry saat ditemui oleh tim Jamkesnews pada Selasa (24/01).
Namun, rasa sakit yang tidak dapat ditahannya lagi, membuat Harry akhirnya memutuskan untuk langsung menuju ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSAU dr. Esnawan Antariksa dengan tetap mendaftar sebagai pasien JKN. Meskipun tanpa rujukan tetapi dikarenakan Harry dalam keadaan yang darurat ia tetap bisa ditangani. Pada saat itu Harry mendapatkan pelayanan yang sangat baik, semua perawat yang ada beserta dokter dengan sigap dan cepat melayani dirinya.
“Perawat yang menangani langsung mengambil sampel darah dan urin saya untuk dilakukan tes laboratorium. Selain itu, mereka juga segera melakukan USG dan rontgen thorax, serta memindahkan saya ke ruang rawat inap kelas satu sesuai dengan hak kelas rawat yang seharusnya saya terima. Keesokan harinya saya langsung dijadwalkan untuk melakukan operasi lantaran hasil USG yang menyatakan bahwa usus buntu saya sudah pada tahap darurat,” pungkas Harry.

Melihat hal tersebut, seketika prasangka buruk mengenai pelayanan menggunakan BPJS Kesehatan yang dipikirkannya dan sering ia dengar di berita pun mulai hilang. Kini, ia merasa bahwa manfaat dari Program JKN dapat dirasakan dengan nyata dimana ia sangat terbantu dan berterimakasih dengan semua pelayanan yang telah diberikan kepadanya. Program JKN telah memberikan jaminan kepada dirinya baik dari segi biaya serta pelayanan yang baik, tanggap dan cepat. Baginya, prosedur pelayanan yang bertele-tele selama ini tidak ada sangkut pautnya dengan Program JKN maupun BPJS Kesehatan.(MN/cp)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *