PeduliBangsa.co.id. Banyuwangi
Mahasiswa Universitas 17 Agustus menyelenggarakan kegiatan penyuluhan penyalahgunaan narkoba dengan tema “Sosialisasi dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Bagi Generasi Muda”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 20Juli 2024 di Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Acara penyuluhan tersebut menjadi salah satu rangkaian acara yang dilakukan oleh kelompok IV KKN-PPMD Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi di Desa Bulusari. Kelompok mahasiswa yang berjumlah 20 orang tersebut mendatangkan AIPDA Anton Hendrawan, S.H., selaku Satres Narkoba POLRESTA Banyuwangi sebagai narasumber utama pada kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh pelajar MA setempat, perangkat desa, dan mahasiswa tersebut, AIPDA Anton menjelaskan bahwa remaja adalah golongan yang rentan terjangkit narkoba.
“Itu karena remaja mudah dipengaruhi oleh kawannya, dan juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Kecenderungan remaja yang ingin tampil menonjol dan keinginan dalam memberontak juga menjadi salah satu faktornya,” jelasnya.
“Solidaritas antar teman-teman sepantarannya juga bisa menjadi pemicu seorang remaja mencoba-coba narkoba, atau kalau orang tersebut hanya coba-coba supaya bisa dapat diterima dalam suatu kelompok. Apalagi saat dalam keadaan bosan dan stress, remaja jadi semakin rentan menggunakan narkoba,” lanjut AIPDA Anton.
Selain dari faktor-faktor pemicu penggunaan narkoba, AIPDA Anton juga memaparkan beberapa jenis narkoba Golongan I yang berbahaya jika dikonsumsi oleh generasi muda. Misalnya seperti sabu, ganja, esktasi, trex, dan dextro.
Kegiatan tersebut berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh para pelajar dari kalangan MA maupun mahasiswa yang ikut menghadiri. Penyuluhan penyalahgunaan narkoba tersebut diharapkan dapat menanamkan kesadaran pelajar akan bahaya penggunaan narkoba pada usia remaja.
Romel Maulana selaku Koordinator Desa (Kordes) dari Kelompok KKN IV Desa Bulusari mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai sangat bermanfaat terutama pada kalangan remaja. Harapannya dengan adanya penyuluhan tersebut, bisa menjadi sarana edukasi bagi generasi muda di desa.
“Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, saya harap remaja di desa sadar dan paham akan bahayanya penggunaan narkoba dan semoga para generasi muda di desa ini (Bulusari) akan lebih mementingkan prestasi dibandingkan eksistensi semata,” ucap Romel.
( Roy )













