Jakarta, pedulibangsa.co.id — Ormas Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara memberi apresiasi kepada Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Pol Dadang Hartanto karena membuat hotline pengaduan masyarakat di 0811-8129-494. Ini merupakan bukti nyata Polisi Bersama Masyarakat.
Jargon Polisi Bersama Masyarakat diluncurkan Kapolri Baru, Jenderal Pol Suyudi Ario Seto menggantikan jargon presisi era Listyo Sigit Prabowo.
Jargon Polisi Bersama Masyarakat ini, termasuk jargon berani ditengah banyaknya sikap sinis masyarakat, akibat SDM Polri yang tidak profesional, adil dan transparan, selama ini
Bagi masyarakat. jargon baru Polri Bersama Masyarakat pasti tidak mudah dilaksanakan. Bagi oknum SDM Polri yang selama ini nakal dan tidak memiliki integritas, tentu menjalankan jargon dalam pelayanan akan berat.
“Karena itu sikap Kapolda dan Kapolri perlu tegas. Berhentikan oknum aparat polisi yang nang nakal,” tegas Ketua Umum Ormas Madas Nusantara, KRH.HM.Jusf Rizal, SH kepada media di Jakarta.
Ormas Madas Nusantara selaku mitra TNI Polri, lanjut Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak, penggiat anti korupsi, Relawan Prabowo Subianto itu, menyebutkan siap mengawal kebijakan Kapolda untuk menegakkan hukum di wilayah Polda Metro.
Bagi APH (Aparat Penegak Hukum) yang tidak menjalankan tupoksinya secara profesional, adil dan transparan akan dilaporkan ke Kapolda, Kompolnas, Kapolri maupun Propam.
Menurut Jusuf Rizal, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) dan Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu, dalam aktivitasnya banyak menemukan oknum aparat menekan masyarakat, termasuk oknum-oknum penyidik yang menakut-nakuti masyarakat.
“Jika ada oknum yang demikian akan dilaporkan. Masyarakat yang merasa didholimi dan dikriminalisasi oleh oknum aparat tidak usah takut,” tegas Jusuf Rizal yang juga aktivis penggiat anti korupsi itu
Ormas Madas Nusantara akan memberikan pendampingan advokasi dan hukum melalui LBH Madas Nusantara serta Pasukan Brikom (Brigade Komando) Madas Nusantara. Jargon Polisi Bersama Masyarakat telah menjadi bagian reformasi budaya dan struktural di Polri.












