JAKARTA TIMUR – pedulibangsa.co.id – BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur senantiasa memastikan para pegawainya mendapatkan pengetahuan dasar ketika terjadi gempa ataupun pertolongan pertama saat ada orang mengalami keadaan yang mengancam nyawa sehingga membutuhkan pertolongan medis. Usaha tersebut dilakukan karena untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi peserta JKN yang datang ke kantor cabang bertujuan agar meminimalisasi risiko jatuhnya korban jiwa akibat gempa ataupun ketika jatuh pingsan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, M. Ichwansyah Gani saat membuka sosialisasi yang dilaksanakan di daerah Rawamangun pada Senin (28/11).
Ichwansyah mengatakan bahwa kejadian yang belum lama ini terjadi yaitu gempa Cianjur yang skala gempanya lumayan besar mengakibatkan kerusakan bangunan dan korban jiwa cukup banyak membuat BPJS Kesehatan semakin menyadari betapa pentingannya pengetahuan dasar disaat gempa. Pengetahuan dasar ini perlu diketahui para pegawai BPJS Kesehatan karena saat peserta JKN berada di kantor BPJS Kesehatan maka tidak hanya memastikan kenyamanan peserta saat dilayani namun juga perlu dipastikan keselamatan peserta baik itu akibat bencana alam maupun akibat sakit yang di derita peserta sehingga dapat diberikan pertolongan pertama sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.
”Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa hampir keseluruhan wilayah Indonesia rawan gempa bumi karena berada diantara lempeng eurasia, lempeng australia dan lempeng pasifik. Kita harus mengetahui prosedurnya sesuai dengan penanganannya, karena tidak menutup kemungkinan terjadi kecelakaan dari peserta JKN dan juga pegawai kami sendiri. Maka dari itu hari ini kami mengundang Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan sosialisasi penanganan gempa dan bantuan hidup dasar, tentunya tanpa adanya sosialisasi pelatihan ini kami tidak tahu bagaimana menanganinya,” tambah Ichwansyah.
Kepala Pleton B Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Sektor 2 Kecamatan Pulogadung Kota Administrasi Jakarta Timur, Hery Widya Harsono menjelaskan bahwa dengan adanya pelatihan simulasi penanganan paska gempa dan bantuan hidup dasar ini diharapkan setiap adanya bencana yang tanpa kita ketahui kapan terjadinya, kita menjadi memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapinya. Hal yang paling penting ketika menghadapi gempa adalah tetap tenang, berusaha untuk merunduk melindungi kepala dan berlindung dibawah meja serta menjauhi area seperti kaca jendela, rak arsip dan alat berat lainnya.
“Setelah gempa pertama berhenti jangan kehilangan konsentrasi, kita harus tepat waspada akan datangnya gempa susulan dan harus tetap berlindung. Gempa susulan yang parah dapat mengakibatkan kerusakan lebih karena guncangan awal mungkin telah melemahkan banyak struktur. Jika sedang berada di dalam gedung sebaiknya tetap tinggal di dalam, jangan mengevakuasi gedung kecuali diminta oleh petugas keamanan atau Emergency Response Team (ERT). Saya berharap kedepannya tidak hanya BPJS Kesehatan saja yang melaksanakan giat serupa, namun semua lembaga dapat mempersiapkan diri agar dapat menghadapi kemungkinan bencana dengan baik serta meminimalisasi adanya korban jiwa,” ujar Hery.(MN/cp)













