Beranda Daerah Pemkot Jakarta Timur Dukung Penurunan Tunggakan Iuran Melalui Program REHA

Pemkot Jakarta Timur Dukung Penurunan Tunggakan Iuran Melalui Program REHA

JAKARTA – Pedulibangsa.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Kota Administrasi Jakarta Timur telah berkomitmen melindungi warganya dengan mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) sejak tahun 2017. Untuk memastikan pelaksanaan UHC yang termasuk dalam Program JKN berjalan dengan lancar BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur terus bersinergi serta menjalin hubungan baik dengan para pemangku kepentingan utama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur. Hal ini diwujudkan dengan dilaksanakannya Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Semester Satu Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2024 bertempat di ruang rapat Kantor Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur, Cakung pada Senin (24/6) yang dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Timur, Achmad Salahudin.

Acmad mengatakan bahwa Program JKN merupakan bentuk perhatian dari pemerintah
untuk memastikan seluruh warga negara terlindungi jaminan sosial terutama dalam hal ini jaminan kesehatan. BPJS Kesehatan dalam penyelenggaraan Program JKN selalu melibatkan para pemangku kepentingan untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang ada sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat berjalan dengan lancar. Upaya Pemerintah Kota Jakarta Timur dan BPJS Kesehatan ini menjadi salah satu upaya sinergitas antar lembaga khususnya di bidang jaminan kesehatan yang diharapkan dari pertemuan yang rutin dilakukan dua kali dalam setahun ini menghasilkan solusi dari permasalahan yang ada di lapangan serta melakukan mitigasi risiko-risiko yang mungkin saja dapat terjadi di kemudian hari.
“Melihat data yang di dapat dari BPJS Kesehatan sampai dengan 1 Juni 2024 tingkat keaktifan peserta JKN sebesar 89,87% atau sebanyak 2.974.926 peserta yang aktif dari jumlah penduduk sebanyak 3.310.146 jiwa selain itu terdapat 17 kelurahan yang penduduknya belum 100% terdaftar menjadi peserta JKN dengan jumlah 4.588 jiwa yang belum menjadi peserta JKN. Pemkot Jakarta Timur siap memfasilitasi pertemuan dengan para Lurah bersama BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur untuk membantu proses menjadi peserta JKN bagi warganya yang belum dan mengedukasi kepada masyarakat yang memiliki tunggakan iuran JKN untuk dapat mengikuti Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB),” pungkas Achmad.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, Dasrial menambahkan bahwa Program JKN merupakan program nasional yang didalamnya BPJS Kesehatan tidak berjalan sendirian, dibutuhkan dukungan penuh dari setiap stakeholder mulai dari Pemkot Jakarta Timur, mitra fasilitas kesehatan, asosiasi profesi serta seluruh komponen masyarakat lainnya. Perihal tunggakan iuran JKN diharapkan para pemangku kepentingan dapat membantu melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa kini BPJS Kesehatan memiliki Program REHAB dimana peserta menunggak dapat melakukan pembayaran iuran JKN dengan cara menyicil. Syaratnya diantaranya yaitu peserta yang memiliki tunggakan lebih dari tiga bulan, maksimal periode pembayaran bertahap adalah 12 tahapan, pendaftaran Program REHAB dapat dilakukan sampai dengan tanggal 28 bulan berjalan kecuali bulan Februari pendaftaran sampai dengan tanggal 27 dan pendaftaran dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, Care Center 165 dan kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat.

“BPJS Kesehatan telah melakukan beberapa upaya dalam meningkatkan penagihan tunggakan iuran JKN dalam hal ini segmen kepesertaan PBPU atau mandiri diantaranya seperti mengoptimalkan penagihan iuran melalui telekolekting dan wa blast, mengupayakan penagihan melalui Kader JKN, mengupayakan program donasi atau PIPMPJ (Program Pendanaan Masyarakat Peduli Jaminan Kesehatan), melakukan koordinasi dengan Badan Usaha untuk mengupayakan penagihan tunggakan PBPU alih segmen, serta melakukan sosialisasi Program REHAB melalui kegiatan BPJS Keliling, sosialisasi kepada Dasawisma kelurahan dan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB),” ujar Dasrial.

Untuk memfasilitasi peserta JKN mendapatkan pelayanan kesehatan sampai dengan bulan Juni 2024, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur telah bekerjasama dengan 122 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri dari 10 Puskesmas, 93 Klinik Pratama Swasta, 15 Klinik TNI, tiga Klinik POLRI dan satu dokter praktek perorangan dan juga telah bekerjasama dengan 49 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang terdiri dari tiga Rumah Sakit Pemerintah Pusat, tujuh Rumah Sakit Pemerintah Daerah, enam Rumah Sakit TNI/POLRI, tiga Rumah Sakit Kementerian, 17 Rumah Sakit Swasta, dua Rumah Sakit Penanaman Modal Asing dan 11 Klinik Utama. (Vhee)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here