Peduli Bangsa.Co.Id Banyuwangi Jawa Timur Peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia selalu diperingati setiap tahunya oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Untuk tahun ini Desa Sukonatar mengadakan karnaval kirab budaya pada tanggal (26/08/2024) dimana masyarakat merayakan nya dengan berbagai suguhan kesenian. Dengan tujuan dari peringatan ini yaitu sebagai pengingat bagi masyarakat akan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan RI.
Untuk memeriahkan perayaan HUT RI ke-79, banyak cara yang bisa dilakukan, seperti yang dilakukan oleh salah satu perkumpulan pemuda gemawang dengan julukan Karipan Gank dimana terisi oleh pemuda pemudi yang berbakat di bidang masing masing
Banyak kegiatan yang sudah mereka lakukan seperti sholawatan dan saat ini mengikuti karnaval kirab budaya yang di ikuti oleh 13 peserta.Pemuda gemawang Karipan gank ini menyungsung tema inggeto bumi Blambangan,dimana mereka menampilkan sebuah tarian seni dengan lagu umbul umbul Belambangan

Salah satu pemudi Niarotul Muharomah menyampaikan dalam saat ditanya awak media,”Dampak positif dari kegiatan seperti ini dapat dirasakan manfaatnya yaitu terjadinya perputaran ekonomi yang sangat luar biasa. Pesan presiden Indonesia UMKM harus jalan agar ekonomi tidak lesuh. Dengan adanya kegiatan seperti ini dari pelaku usaha sound sistem,pelaku usaha penyewaan baju adat,pelaku usaha MUA,pelaku usaha katering,pelaku usaha seni,pelaku usaha,pelaku usaha pengamanan parkir, pelaku usaha asongan,pelaku usaha kebersihan,dan itu hanya terjadi sesaat pada bulan agustus ini,” tutur nya
Nia menambahkan,”Jika kita bicara untung dan rugi sebenarnya tinggal bagaimana kita menyikapinya dan mengatur nya maka kegiatan seperti ini sangatlah bagus dan betapa pentingnya membangun nusantara melalui dari pinggiran desa.Karena peranan desa sangat krusial dalam lingkungan sosial bermasyarakat,dengan berbekal semangat kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 79 ini saya berharap bisa membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat Banyuwangi, dengan tetap melestarikan kearifan budaya lokal,”pungkas nya
( MSP )













