Peduli Bangsa.Co.id. Banyuwangi Jawa Timur. Data dari Dinas Sosial Banyuwangi mencatat sepanjang 2023 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) diwilayah Kabupaten Banyuwangi, menembus 276 kasus.Jumlah tersebut terjadi selama kurun waktu 7 tahun terakhir, yakni sejak tahun 2017 – hingga akhir November 2023.
Dari jumlah total KDRT yang mencapai 276 kasus tersebut, didominasi kekerasan yang menimpa perempuan dan anak yang mencapai, 152 kasus. Kekerasan psikis 85 kasus, penelantaran 37 kasus, kemudian kekerasan seksual mencapai 13 kasus. Dan yang terbaru adalah kasus Rudapaksa di salah satu lokasi wisata yang korban nya adalah anak di bawah umur.
Guna menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,Rumah Literasi Indonesia Banyuwangi adakan seminar pelatihan berbasis komunitas. Dengan mengusung tema Pelatihan Dan Konseling Dasar Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak. Dengan di hadiri oleh segenap instansi pemerintah maupun swasta, dari PKK, Karang Taruna, Kader Posyandu, Guru BK tingkat SD atau SMP pada Rabu 15/05/2024. Kegiatan acara ini bisa terlaksana atas support dari PT Pertamina melalui program CSR nya.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak pada era sekarang, sudah semestinya mendapatkan perhatian khusus dari lingkungan yang paling kecil, hingga pada lingkup yang lebih besar. Lingkungan yang di maksud adalah keluarga dan tetangga yang dimana peran keluarga dan tetangga itu bisa menentukan kondisi dari korban nya. Karena efek psikis dari korban kekerasan itu akan dibawa hingga mencapai usia tua nya,” kata Farida Hanum yang menjadi narasumber pada acara Pelatihan Dan Konseling Dasar Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak
“Untuk menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pemerintah melalui Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan memiliki program yang tentu saja harus bersinergi pada beberapa pihak yang memiliki atensi khusus pada kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dengan diadakan pelatihan semacam ini saya berharap bagi peserta dan undangan memiliki pengetahuan dan mengerti apa yang harus dilakukan di tengah masyarakat,” imbuh Farida Hanum
Tunggul Herwanto ketua panitia sekaligus Pimpinan Rumah Literasi Indonesia Banyuwangi mengatakan,” Untuk kedepannya nanti saya berharap agar para peserta undangan bisa mendapatkan pengetahuan dari kegiatan acara ini. Di Rumah Literasi Indonesia Banyuwangi kami juga memiliki Rumah Aman yang kami per untukkan bagi yang membutuhkan informasi maupun konseling apabila terjadi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami mulai dari skala kecil yaitu desa Ketapang dan mudah mudahan untuk kedepannya bisa meluas lagi kegiatan pelatihan seperti ini guna menekan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan pengasuhan berbasis komunitas,” pungkas Tunggul
( Supriyanto )













