Beranda Nasional Televisi Ramah Anak, Bangun Karakter Positif Pada Anak

Televisi Ramah Anak, Bangun Karakter Positif Pada Anak

JAKARTA, Pedulibangsa.co.id – Tayangan televisi memberikan pengaruh besar terhadap pola pikir dan pola perilaku bagi anak-anak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyebut karena anak adalah peniru ulung, tontonan adalah tuntunan bagi anak. Namun Menteri Bintang menyayangkan saat ini masih sedikit media, termasuk televisi yang memberikan tayangan yang ditujukan khusus bagi anak-anak.

“Kondisi ini membuat penonton anak minim pilihan dan beralih menonton genre film yang tidak sesuai dengan usia mereka. Hal ini disebabkan oleh anggapan bahwa segmentasi anak dinilai membosankan atau tidak komersil,” ujar Menteri Bintang dalam Webinar bertajuk Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa bertajuk “Televisi Ramah Anak” yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Universitas Hasanuddin dan ASPIKOM (Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi) Suselbar, Selasa (14/9/2021).

Menteri Bintang menilai penyediaan sarana informasi dan edukasi yang berkualitas bagi
anak, tidak dapat dihitung dengan nilai rupiah. Justru terdapat keuntungan jika menjamin tumbuh kembang anak yakni membentuk generasi muda dengan karakter yang tangguh,
cerdas, dan berkualitas, sebagai calon pemimpin bangsa.

Menurut Menteri Bintang, dibutuhkan upaya bersama untuk menghadirkan tayangan yang ramah anak. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (Kemen PPPA) dan KPI dalam hal ini terus bekerja sama dalam menjamin tayangan yang berkualitas bagi anak Indonesia.

“Kami juga memberi masukan atas revisi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), yang juga menekankan bahwa lembaga penyiaran wajib memperhatikan dan melindungi kepentingan anak-anak dan/atau remaja. Marilah kita bersama sama wujudkan prinsip dan tujuan Televisi Ramah Anak sebagai ujung tombak pemenuhan hak dan perlindungan anak,” ucap Menteri Bintang.

Lembaga penyiaran dalam hal ini sebagai penyedia tayangan dan konten diharapkan dapat memenuhi unsur-unsur televisi ramah anak. Diantaranya, memperhatikan kepentingan terbaik anak, turut serta dalam menyelesaikan persoalan anak dan perlindungan dani kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya, serta memenuhi hak partisipasi anak.

“Sekali lagi saya mengingatkan untuk tidak memberikan segala bentuk dukungan, glorifikasi dan romantisasi terhadap berbagai informasi yang mendukung semua bentuk perlakuan salah bagi anak baik secara langsung maupun tersirat,” tegas Menteri Bintang.

Menteri Bintang menambahkan, media harus cerdas dalam melakukan screening atau background check terhadap public figure yang diberikan kesempatan untuk tampil.

“Jangan memilih talent yang kurang pantas dijadikan role model, memiliki rekam jejak tidak patut terhadap upaya bersama mewujudkan pemenuhan hak-hak anak, bahkan telah terbukti pernah menjadi pelaku kekerasan, apalagi kekerasan terhadap anak-anak,” ujar Menteri Bintang.

Di tengah situasi pandemi, penonton usia anak meningkat drastis menjadi 15,84% (Nielsen, 2021). KPI mendorong program siaran ramah anak yang mampu mendukung tumbuh kembang anak dan memberi inspirasi baik sehingga membentuk karakter positif pada anak. KPI juga mengaku pihaknya akan terus memperbaiki koordinasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan siaran ramah anak.

“Untuk membuat siaran ramah anak, harus mempertimbangkan dua hal. Satu sisi jangan sampai anak itu menirukan hal-hal yang negatif dari siaran televisi. Itu komitmen kita bersama. Tapi di sisi yang lain jangan sampai anak itu menjadi stenil tidak tahu informasi tentang dinamika yang terjadi di sekitarnya,” ujar Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano.(Guffe).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here