UNGULKAN Metode Qiro’ati & Hafal Kitab TAkrib, PP. SUNAN AMPEL Dadapan Jamin Santri Keluar Berprestasi

banner 468x60

Banyuwangi, Pedulibangsa.co.id – Metode Pendidikan Al – Qur’an yakni Qiro’ati dan Hafalan kitab Takrib merupakan metode yang diterapkan di Pondok Pesantren Sunan Ampel Desa Dadapan Kecamatan Kabat Banyuwangi.

“Keyakinannya untuk meneruskan perjuangan Almarhum Bapaknya KH. Abdur Rohim, dalam menjalankan dan mengembangkan dunia pendidikan, baginya menjadi warisan yang mulia dan melekat kepada diri, karena melihat di luar sana muda – mudi jaman sekarang sudah banyak yang di luar garis pendidikan, moral banyak yang lemah, tata krama bagaikan seperti telenovela, yang kesemuanya seperti panggung drama,” ucap Gus Roni, Rabu (7/7/2021).

Hal inilah yang membuat keyakinan dalam dirinya bahwa ia harus mampu untuk meneruskan perjuangan Bapaknya dalam mengembangakan dunia pendidikan.

Gus Roni, menegaskan Untuk mewujudkan itu semua berangkat dari dukungan masyarakat sekitar dan berkat arahan tokoh – tokoh di Desa Dadapan.

“Alhamdulillah Pondok Pesantren Sunan Ampel akhirnya memiliki Gedung Pendidikan Formal, Serta dapat membangun asrama putra-putri yang sudah memiliki fasilitas penunjang seperti Pondok Pesantren modern, selain Pendidikan Pesantren sebagai sarana pendukung dunia pendidikan, Alhamdulillah tahun 2020 Ijin melaksanakan Pendidikan Formal Yakni SMP Sunan Ampel sudah di terbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, tambahnya .

“Hanya saja kami baru melaksanakan Dan membuka Peserta Didik Baru Tahun 2021 ini dan Alhamdulillah pada pertama kali membuka pendafataran siswa baru, sudah di berikan tanggung jawab untuk mengasuh santri sejumlah 108 orang yang saat ini sudah resmi menetap kurang Lebih 60 santri di pondok pesantren kami,” ujarnya dengan syukur.

Kedepan, masih Gus Roni, kami semakin yakin dengan animo masyarakat seperti ini Pondok Pesantren kami dapat mencetak santri yang ketika keluar nanti menjadi siswa yang berprestasi. Apa yang membuat kami yakin tentang hal itu, karena kami di Pesantren menerapkan metode Qiro’ati dalam dunia mengaji mereka, serta mewajibkan santri untuk Hafal kitab Takrib. Selain itu siswa yang hendak lulus dari pesantren juga harus Hafidz Qur’an minimal 10 Jus. Dengan bekal Al-Qur’an dan Ilmu Takrib yang mereka miliki InsyaAllah Hidup mereka akan lebih berkah.

“Pemahaman Ubudiah meraka juga dapat, yang nantinya akan mereka terapkan dalam dunia keseharian meraka, sehingga santri yang lulus dan sesuai dengan kriteria kami akan lebih mudah dalam menjalankan kehidupan sosial bermasyarakat, serta orang tua semakin bangga karena memiliki anak yang soleh dan solehah, berbakti kepada orang tua yang selalu mendoakan kedua orang tuanya,” tutupnya kepada Peduli Bangsa. (Feb)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *