Usai Upacara HUT RI, Bupati Ratu Zakiyah Langsung Blusukan Bantu Warga Terdampak Kekeringan

banner 468x60

SERANG, pedulibangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan menyusul meluasnya dampak musim kemarau di sejumlah wilayah. Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah atau Ratu Zakiyah turun langsung menyalurkan bantuan air bersih dan pangan kepada masyarakat terdampak, Senin 17/8/2026.

Penyaluran bantuan dilakukan setelah Bupati Serang menjadi Inspektur Upacara (Irup) HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Kramatwatu sekitar pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, Ratu Zakiyah mengikuti upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI bersama Presiden Prabowo Subianto melalui konferensi video di Pendopo Bupati Serang sekitar pukul 09.00 WIB.

Usai rangkaian kegiatan tersebut, Ratu Zakiyah langsung meninjau sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan. Lokasi pertama yang dikunjungi yakni Kampung Kuaron, Kecamatan Binuang, kemudian dilanjutkan ke Kampung Periuk, Kecamatan Carenang.

Di Kampung Periuk, Bupati menyerahkan bantuan air bersih sekaligus bantuan pangan kepada warga terdampak.

“Hari ini, alhamdulillah di hari HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, saya berkunjung di dua desa. Yang pertama kita ke Kampung Periuk, Kecamatan Carenang, dan sebelumnya Kampung Kuaron, Kecamatan Binuang,” ujar Ratu Zakiyah.

Menurutnya, musim kemarau telah menyebabkan sejumlah desa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Selain Kecamatan Carenang dan Binuang, kekeringan juga terjadi di sejumlah wilayah lainnya.

“Tadi saya bersama dengan Bulog, Dirut PDAM, Dirut BPR, para kepala OPD, para Asda, bersama-sama berkunjung ke masyarakat untuk memberikan bantuan secara langsung dan melihat kondisi secara langsung. Jadi yang tadi kami berikan, pertama menyalurkan air bersih kepada masyarakat,” katanya.

Ratu Zakiyah menegaskan, kehadirannya di tengah masyarakat bertujuan memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran sekaligus melihat langsung kondisi warga yang terdampak kekeringan.

Selain air bersih, Pemkab Serang juga menyalurkan bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Setiap kepala keluarga (KK) penerima bantuan mendapatkan 30 kilogram beras.

“Semoga apa yang kami berikan ini bermanfaat dan tentu saya secara pribadi dan pemerintah daerah mohon maaf jika dalam hal ini kita belum bisa memaksimalkan kondisi yang ada,” ucapnya.

Bupati menegaskan Pemkab Serang akan terus mencari solusi untuk mengantisipasi dampak kekeringan agar kondisi serupa dapat diminimalisasi.

“Kalau menurut BMKG musim kemarau akan panjang, tapi mohon doanya dari semua semoga tidak berkepanjangan,” katanya.

Ratu Zakiyah juga mengimbau masyarakat agar tidak boros menggunakan air bersih. Warga diminta menggunakan air secara bijak dan mengutamakan kebutuhan dasar.

“Manfaatkan air dengan baik sehingga kalau misalnya nanti butuh bantuan lagi, tadi saya sudah sampaikan ke Pak Camat dan Pak Kades silakan berkoordinasi dengan perangkat kami. Insya Allah segala upaya kami lakukan untuk warga kami,” tegasnya.

Pemkab Serang Tetapkan Status Siaga DaruratMelihat kondisi kekeringan yang semakin meluas, Pemkab Serang menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan. Kebijakan tersebut menjadi dasar pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan dan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

“Kami sudah tetapkan status siaga darurat bencana kekeringan karena memang sudah ada di beberapa kecamatan yang dilanda bencana kekeringan. Ada 6-7 kecamatan,” ungkap Ratu Zakiyah.

Saat ini, kekeringan tercatat melanda sejumlah desa di Kecamatan Tirtayasa, Carenang, Petir, Binuang, Baros, dan Ciomas.

Menurut Bupati, penetapan status siaga darurat tersebut berlaku selama satu bulan. Setelah masa tersebut, …

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *