Keterlaluan Anggaran Bencana Digerogoti Rasuah: OTT BNPB Terungkap, Sestama Rustian Diseret KPK

banner 468x60

JAKARTA, pedulibangsa.co.id – Praktik korupsi kembali mencoreng lembaga penanganan darurat di Indonesia. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk Sekretaris Utama BNPB, Rustian.

Operasi senyap yang berlangsung di wilayah Jabodetabek pada Selasa (13/10/2026) tersebut membongkar dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan kondisi darurat bencana.

Barang Bukti Uang Tunai dan Emas Batangan
Dari penangkapan tersebut, tim penyidik KPK turut menyita barang bukti bernilai fantastis. Petugas menyita uang tunai senilai Rp1,4 miliar beserta logam mulia berupa emas batangan dan tabungan emas yang nilai totalnya masih dalam proses penghitungan resmi.

“Kegiatan penyelidikan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, khususnya yang mengandalkan alokasi Dana Siap Pakai,” tegas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat memberikan keterangan di Yogyakarta.

Selain Rustian, KPK turut menjaring Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta sejumlah pihak swasta yang diduga berperan sebagai penyedia barang maupun pemberi suap.

Kerentanan Pengelolaan Anggaran Darurat
Lembaga antirasuah tersebut kini tengah mendalami detail pengadaan yang ditargetkan, apakah berkaitan dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penanggulangan bencana di wilayah Sumatra, atau proyek rekayasa cuaca.

Pengungkapan kasus ini menyedot perhatian publik lantaran DSP merupakan alokasi vital negara yang dirancang untuk merespons kondisi darurat secara cepat. Pada awal 2026, BNPB menerima alokasi DSP sebesar Rp4,62 triliun, bahkan mengajukan dana tambahan senilai Rp5,67 triliun kepada Kementerian Keuangan demi mengantisipasi ketidakpastian potensi bencana nasional.

Penyalahgunaan dana krisis ini tidak hanya berpotensi merugikan keuangan negara, melainkan juga mengancam keselamatan warga yang menggantungkan hidupnya pada kesiapan mitigasi bencana.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *