Melalui KBK, BPJS Kesehatan Pastikan Mutu Layanan Peserta JKN

banner 468x60

JAKARTA TIMUR – Pedulibangsa.co.id – BPJS Kesehatan dalam menyelenggarakan Program JKN tidak hanya fokus dalam menjaring dan menjamin pelayanan kesehatan peserta namun juga berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bersama Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan pemangku kepentingan dalam hal ini Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur yang salah satunya dilakukan dengan penerapan pembayaran berbasis kinerja dalam bentuk Kapitasi Berbasis Komitmen (KBK) pelayanan. Monitoring dan evaluasi KBK tersebut juga dilakukan secara berjenjang dari tingkat kantor cabang, provinsi dan kantor pusat sehingga data yang terlaporkan lengkap dan terperinci. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, Mega Yudha Ratna Putra saat membuka kegiatan Feedback Capaian KBK Bulan Mei 2023 Pada FKTP Wilayah Kota Jakarta Timur, Selasa (20/06).
Mega mengatakan bahwa selain melibatkan FKTP dan Sudinkes, tim monitoring dan evaluasi KBK juga mengikutsertakan asosiasi fasilitas kesehatan di wilayah masing-masing, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia (PKFI). Penerapan KBK untuk pembayaran kapitasi di FKTP bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di FKTP serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan Program JKN. Dalam upaya peningkatan pelayanan tersebut terdapat tiga indikator yang diterapkan sebagai tolak ukur keberhasilan penerapan KBK yaitu indikator angka kontak, indikator rasio rujukan non spesialistik, indikator rasio peserta prolanis terkendali.
”BPJS Kesehatan mengharapkan seluruh FKTP di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur untuk bisa meningkatkan pelaksanaan KBK agar dapat lebih optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN. Selain itu kami juga mengingatkan kepada FKTP yang belum melakukan penginputan untuk berkomitmen melakukan entri data kunjungan dan rujukan secara lengkap dan tuntas di Aplikasi P-Care. Salah satu indikator keberhasilan penerapan KBK yaitu rasio peserta Prolanis terkendali adalah indikator yang memonitor kondisi pasien dengan menjaga kadar gula darah puasa bagi pasien diabetes mellitus tipe dua dan tekanan darah bagi pasien hipertensi essensial, sehingga penerapan KBK ini sangat bermanfaat bagi peserta JKN,” pungkas Mega.
Penanggung Jawab Data dan Informasi salah satau Puskesmas, Imam Firmansyah mengatakan bahwa diharapkan peserta kegiatan dapat menyimak dengan baik dan mengambil informasi serta pembelajaran dari hasil monitoring dan evaluasi sehingga tidak hanya memberikan kepuasan kepada peserta JKN terhadap layanan yang diberikan namun juga bermanfaat bagi kita sendiri sebagai pemberi pelayanan kesehatan. Ini juga sebagai upaya kendali mutu dan kendali biaya di fasilitas kesehatan, sekaligus sebagai komitmen nyata dari fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan yang lebih bermutu. Untuk Indikator angka kontak sendiri, Puskesmas memberikan beberapa jenis pelayanan seperti kunjungan pasien sakit, kunjungan pasien sehat dan bentuk kontak lain. Dalam kunjungan pasien sehat ada beberapa kegiatan yaitu imuniasi, edukasi, program keluarga berencana, home visit dan senam sehat.
“Tempat kontak kepada pasien ada beberapa macam diantaranya di FKTP itu sendiri, jejaring Puskesmas atau fasilitias pelayanan kesehatan lainnya, Posyandu, Posbindu, Poskesdes, Posyandu lansia dan tempat kontak lainnya. Monitoring dan evaluasi ini merupakan suatu kegiatan rutin yang memang selalu dilakukan dimanapun setiap kali kita mengerjakan sesuatu pekerjaan. Tentunya tujuan dari monev itu sendiri adalah untuk melihat kembali apa yang sudah kita lakukan selama ini, melihat apa kekurangan kita dan potensi-potensi apa saja yang dapat kita gali sehingga pada akhirnya diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kedepannya,” ujar Imam.(MN/cp)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *