JAKARTA, pedulibangsa.co.id – Praktik dugan pemerasan yang dilakukan KPR Rutan kelas 1 Jakarta Pusat (Salemba ) Febri Antoni kepada warga binaan Muhamad Faisal alias ical, dan sempat viral mengundang perhatian publik.
Reaksi perhatian pun datang dari Pengamat dari Indonesia Narcotics Watch, (INW) Budi Tanjung.
Budi Tanjung menyesalkan tindakan Kepala Pengamanan Rutan tersebut.
Jika memang benar KPR Rutan Salemba melakukan pemerasan terhadap warga binaan, Indonesia Narcotics Watch (INW) mendesak menteri Imipas mengusut dan menelusuri sejauhmana kebenaran informasi beria pemerasan tersebut.
Sesungguhnya INW tdk merasa kaget jika ada oknum pejabat atau petugas lapas melakukan pelanggaran etik, pelanggaran aturan di dalam lapas atau rutan.
“Tidak perlu heran, sudah menjadi rahasia umum kalau ada petugas lapas yg memeras warga binaan,” ujarnya .
“Bila terbukti ada pmerasan warga binaan, itu artinya pejabat tersebut tidak menghormati segala kebijakan dan aturan yg telah dibuat oleh Menteri Imipas. Ini sama saja dengan pembangkangan terhadap instruksi menteri,” tambah Budi Tanjung dari INW yang dihubungi via Hp, Sabtu.
Lanjut ucap Budi, Padahal, Menteri Imipas tengah gencar gencarnya melakukan pembenahan dan perbaikan di lapas seluruh indonesia.
Budi menegaskan, jika terbukti pejabat tersebut memeras, Menteri Imipas harus segera mencopot yang bersangkutan.
“Tidak tertutup kmungkinan, Karutan mengetahui perbuatan anak buahnya, sehingga Karutan juga harus diperiksa,” ucapnya
(Vhee)








