Beranda Daerah Polemik Toko Minol, DPC GMNI Banyuwangi Turut Mengawal Ajakan Dialog Terbuka Kepada...

Polemik Toko Minol, DPC GMNI Banyuwangi Turut Mengawal Ajakan Dialog Terbuka Kepada Bupati Banyuwangi

Banyuwangi, pedulibangsa.co.id- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi turut mengawal penyerahan surat permohonan audiensi atau dialog kepada bupati, di Kantor Bupati Banyuwangi, Senin (8/8/2022).

Surat permohonan dialog terbuka tersebut diajukan oleh kuasa hukum Nanang Slamet, S.H., M.Kn pasca adanya sidak hingga penyegelan sejumlah toko minuman beralkohol (minol) oleh Tim Terpadu di wilayah Kecamatan Genteng, pada Rabu, 3 Agustis 2022 lalu.

Ketua DPC GMNI Banyuwangi Dana Wijaya menyatakan siap mendukung dialog terbuka karena sebagai salah satu bukti transparansi yang harus diwujudkan.

“Desas desus kondisi di lapangan, terkait yang legal maupun tidak legal. Sehingga dialog bisa menjadi edukasi kepada masyarakat bahwa kami juga dari DPC GMNI ingin mendapatkan penerangan hukum tentang keabsahan rezim perizinan minuman beralkohol,” kata Dana, Senin (8/8/2022).

Menurut Dana, sidak toko minol oleh tim terpadu beberapa hari lalu juga menjadi pertanyaan. Karena hanya beberapa toko yang ditutup sedangkan toko lainnya dibiarkan beroperasi.

Oleh sebab itu, lanjut Dana, untuk meminimalisir itu semua harus duduk bersama melalui forum dialog terbuka tersebut.

“Makanya kami sepakat akan mengawal dialog ini sampai tuntas. Jikalau pun kami harus turun ke jalan, maka akan kami lakukan. Itu sikap dari mahasiswa,” tegas Dana.

Sementara itu, Nanang mengatakan suarat tersebut berisi permohonan kepada Bupati Banyuwangi, agar dipertemukan dengan Tim Terpadu selaku yang melakukan penyegelan toko minol dan termasuk para pedagang minol di wilayah Kecamatan Genteng.

“Hari ini menyerahkan surat permohonan audiensi yang ditujukan kepada Bupati Banyuwangi berkenaan dengan tindakan Tim Terpadu yang melakukan sidak toko minol,” kata Nanang saat penyerahan surat permohonan audiensi di Kantor Bupati Banyuwangi, Senin (8/8/2022).

Menurut Nanang, tindakan Tim Terpadu tersebut menyebabkan terjadinya pro dan kontra di masyarakat. Lantaran, kata Nanang toko minol yang lain tak dilakukan penyegelan.

“Oleh karenanya, agar masyarakat mendapat jawaban pasti. Kami mengajukan permohon tersebut kepada Bupati untuk meminta penerangan secara hukum kepada seluruh pedagang minuman beralkohol di seluruh Kecamatan Genteng,” imbuhnya.

Pihak DPC GMNI Banyuwangi berharap usulan dialog terbuka yang diajukan salah satu kuasa hukum pedagang minuman beralkohol di Kecamatan Genteng itu, bisa diamini oleh bupati.

“Kami sangat antusias ketika nanti Tim Terpadu bisa menyampaikan terkait penerangan hukum perizinan minuman beralkohol. Karena ini untuk kepentingan banyak pihak,” tandas Dana.
(r)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here